You are Never Too Old to Learn
Vocal Group UI 2012 - Para Senior

Tulisan kali ini gue dedikasikan untuk senior-senior VG yang super duper baik hati, yang mau memberi waktu dan diri mereka untuk kemajuan kami, VG UI 2012.

Sejak awal VG UI 2012 dibentuk, ada KAK DADANG yang begitu berusaha untuk menopang VG ini. Mulai dari penyewaan studio, menemani kami technical meeting, membantu memodifikasi kostum anak VG yang laki-laki, dan membantu kami memanajemen VG UI 2012 ini. Kak Dadang yang selalu senyum, walau kami tak tahu apa yang ada di pikirannya. Ditengah kesibukannya di rektorat Kak Dadang selalu berusaha memperhatikan kami entah secara langsung atau pun tak langsung. Terima kasih kak :”)

KAK MIA yang mengaransemen lagu untuk kami bersama dengan KAK RONALD, benar-benar berjasa dalam membuat lagu yang tadinya biasa saja menjadi luar biasa. Lagu yang memiliki melodi yang begitu indah di telinga. Kak Mia yang mengajari kami untuk belajar tiap nada yang sulit di lagu itu, dan Kak Ronald yang membuat musik indah di lagu itu dan membantu Nadya dalam mempelajari iringannya. Kini lagu Pelangi di Matamu dan Losonk menjadi lagu yang begitu kami nantikan untuk kami nyanyikan di Peksiminas nanti. Mereka yang begitu sibuk tapi masih memberikan waktu bagi kami. Terima kasih kakak-kakak. :”)

Kira-kira H-6 Peksimida, studio perpusat tempat VG UI biasa latihan didatangi oleh KAK RANDITA, kakak yang memusatkan perhatiannya pada koreografi VG kami. Kak Randi membantu kami untuk menyanyi dengan koreografi yang baik. Awalnya sangat sulit untuk bisa menyanyi sambil menari. Tapi Kak Randi membantu kami sehingga kami pun mulai lancar menyanyi sambil menari. Kak Randi yang juga sering membuat kami tertawa dengan sikapnya yang sinis tapi lucu. Terima kasih kak. :”)

Tak lama datang pula KAK HANS, kakak yang sangat membantu kami untuk menyanyi dalam grup vokal dengan teknik yang baik. Tidak menonjolkan suara pribadi, belajar dinamika, belajar mendengar, mengetahui pentingnya pemanasan, dll. Kak Hans juga berbaik hati meminjamkan rumah tantenya yang nyaman untuk tempat kami menginap pada H-1 lomba sehingga kami tidak perlu menyewa penginapan lagi. Satu kalimat dari Kak Hans yang gue ingat adalah “ketika pada saat menyanyi kita berpikir, disitulah masalah muncul.”  Kalimat itu membuat kami lebih aware lagi sekarang. Terima kasih kak :”)

Lalu ada KAK NANA yang sungguh baik hati mau membantu kami bermake up sehingga kami bisa tampil cantik dan tampan pada saat Peksimida kemarin. Kak Nana yang tegas juga mengajar kami untuk mau bekerja sama, disiplin, saling membantu, dan mandiri. Kak Nana yang mau menginap pada H-1 Peksimida, padahal di sisi lain, mamanya menantinya di rumah. Kak Nana yang memasakkan mie untuk kami, dan yang menjadi tempat bercerita juga. Kak Nana yang baru kami kenal tapi sudah begitu dekat di hati. Terima kasih kak :”)

Lalu ada MIRANTI, TANIA, KAK RIZKA, dan HAYKAL yang menyempatkan diri mereka untuk melihat kami latihan dan memberikan beberapa masukan berharga yang berguna bagi kami. Terima kasih semuanya. :”)

Tidak berlebihan kami rasa semua rasa terima kasih ini. Kami tidak menyangka kalian akan sebegitu baiknya pada kami. terima kasih banyak. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Semoga suara kalian semua semakin bagus, demikian juga dengan masa depan kalian. :3

Tuhan memberkati :)

Wait on the LORD: be of good courage, and he shall strengthen your heart: wait, I say, on the LORD.
Psalm 27:14; American King James Version
did-you-kno:

Source
Vocal Group UI 2012 is My New Family

Bersyukur banget di akhir tahun perkuliahan gue (amin) gue dikasih kesempatan untuk bisa gabung di VG UI 2012 untuk mewakili UI di Peksimida dan (amin) Peksiminas. Di tengah-tengah kesibukan nulis skripsi, gue masih dikasih kesempatan untuk mengembangkan lagi hobi gue. Kami semua berawal dari finalis bintang pop UI yang diseleksi lagi untuk dipilih 9 orang sebagai VG UI 2012. Kami adalah mahasiswa UI dari berbagai fakultas yang kemudian dipersatukan untuk mengharmonisasikan suara kami.

Satu hal yang gue syukuri adalah, di semester akhir ini gue dipertemukan dengan kesembilan orang teman baru yang sangat unik dan memiliki karakter masing-masing. Oliv, anak Vokasi, adek gue sendiri yang udah gue kenal dari kecil; Rama, anak Fasilkom, yang kaku tapi kalo udah ngelawak bikin ngakak, yag baru tau beberapa hari yang lalu kalo gue dan olivsodara kandung; Jessica, anak Fisip, si suara powerful yang baik banget pernah bawain burger buat anak2 VG; Budut, anak Fisip, si papa baik hati dan punya pikiran yang super duper positif dan juga jago pijit!; Manda, anak MIPA, teman yang gue sangat lihat usahanya untuk bisa menguasai part lagunya; Levi, anak Vokasi, si usil tukang bajak bb orang yang tiap tingkahnya bikin ketawa temen2, Melissa, anak FIB, saingan levi dalam bajak membajak, si emesh-emesh yang menggemaskan dan jago dance; Inun, anak Fisip, anak yang banyak kegiatan dan banyak talenta; Nadya, anak Vokasi, yang jago banget main pianonya terutama piano jazz; dan gue, Yosi, anak Hukum anggota VG perempuan yang tertua di VG ini hahaha.

Sekarang gue ngerasa punya keluarga baru yang pada jago nyanyi plus jago bikin suasana hati gue jadi gembira dan gak jarang terkagum-kagum dengan kepribadian mereka. Makasih Tuhan buat anugerah ini :))))

VG UI 2012 minus Melissa dan Nadya plus Mike dan Rahma :)

VG UI 2012 bersama pelatih-Kak Mia dan Kak Ronald-, pemerhati-Kak Dadang, minus Rama

VG UI 2012, LOMBOK LOMBOK LOMBOK AMIN!

I am happy for you :)
The secret to being alone is to organize your time; to develop habits and routines and gradually elevate their importance to where they seem almost like normal, healthy activities.
Daniel Clowes, Caricature (via vashti)
Pemikiran Kecil

Mungkin bagi sebagian orang 2 tahun bukanlah waktu yang lama. Tapi bagiku itu lama. Terlebih itu adalah yang pertama. Segala suka duka terus terjadi selama 2 tahun itu. Pujian, cibiran, tak jarang kami terima. Sering kami tertawa bersama, namun sering pula perdebatan yang berujung pada pertengkaran terjadi. Tapi tetap aku dan dia bertahan. Sampai kemudian hari itu datang.

Kini semua itu hanyalah kenangan. Kenangan yang terus tersimpan dan entah sampai kapan akan ada di dalam pikiranku. Walau tak sering memori-memori itu terbersit, tapi toh teringat juga. Sejak hari itu, aku dan dia tak lagi bersama. Hari dimana tiada angin dan tiada hujan terucaplah kata itu.

Awalnya memang terasa begitu berat. Menjalani hari yang terasa begitu aneh karena tak ada lagi sosok yang biasa menemani, “mengganggu”, dan menyenangkan hati. Tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa. Karena bagiku bukan dia lah sumber kebahagiaan. Bukan manusia lah sumber kebahagiaan. Meski pada waktu itu tak jarang aku juga bahagia dengan kehadirannya.

Sudah lebih dari enam bulan, aku dan dia berpisah. Tak jarang ada momen di mana kami kembali dekat, tapi ada juga saat dimana kami kembali jauh. Tapi aku masih menikmati kesendirianku, tapi aku tak tahu bagaimana dengan dia. Itu bukan hal yang harus kupikirkan lagi saat ini.

Aku tak pernah menyesal akan semua yang telah terjadi karena hidup ini adalah proses belajar. Aku dan dia pernah salah. Tapi yang tak kuharapkan adalah kami menjadi keledai yang jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Melalui segala hal yang telah kulewati aku belajar menjadi sosok yang diinginkan Allah. Mungkin bukan bagi dia, tapi bagi sosok lain.

Doaku untuknya, semoga dia bahagia dengan hidupnya saat ini, seperti aku bahagia dengan hidupku yang sekarang. Semoga dia bisa menjadi lebih baik, dari segi akademis, segi kepribadian, segi karakter, terlebih dalam hubungannya dengan Tuhan yang sungguh mengasihinya.